|
Ditulis oleh Blitarian
|
|
Thursday, 09 October 2008 |
 Bila sampeyan menyempatkan diri sholat ied di kampung, mungkin masih mendapati sisa-sisa tradisi remaja masjid yang kreatif membuat berbagai atraksi setelah pelaksanaan sholat sunnah tersebut. Bahkan kadang masih tergolong ekstrim, misalnya pesta petasan sebesar paha orang dewasa sampai petasan sebesar ibu jari yang dironce-ronce pake sumbu petasan 1-2 meter panjangnya. Ketika ronce-ronce petasan disumet (bakar) maka terdengarlah ledakan-ledakan petasan bersahut-sahutan bak perang kemerdekaan. Begitu pula kaum ibu menjerit ketakutan karena kadang ada petasan yang sewaktu meledak terlempar jauh dari tempatnya mendekati mereka. Anak-anak bersorak gegirangan puas, dan bapak-bapak teriak-teriak pada seluruh hadirin dan hadirot untuk terus waspada.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Blitarian
|
|
Tuesday, 30 September 2008 |
|
Sugeng Riyadin
|
|
|
Ditulis oleh Blitarian
|
|
Friday, 12 September 2008 |
 Rencana Pemkot Blitar mendatangkan Mbah Andaryoko 'Soeprijadi" di bulan september ini kemungkinan gagal. Sehingga untuk sementara bagi anda yang berminat ikut mendengar informasi tentang Mbah Andaryoko harus ditahan dulu sampai waktu yang belum bisa ditentukan. Menurut sumber yang kami dapat, pihak Pemkot belum mengirim semacam proposal atau undangan ke pihak Mbah Andaryoko, karena pihak Mbah Andaryoko juga akan bingung bila kontek atau schedule kedatangan beliau ke Blitar kurang jelas. Sementara pro dan kontra perihal munculnya Soeprijadi masih terus berkecamuk, membuat mereka yang perduli akan sejarah memendam rasa penasaran. Mudah-mudahan kami bisa terus memberikan kabar Perkembangan selanjutnya!
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Selanjutnya > Akhir >>
|
| Results 176 - 182 of 220 |