|
Ditulis oleh Blitarian
|
|
Tuesday, 01 April 2008 |
|
Masih ingat gedung bioskop andalan warga Blitar tempo doeloe? Tepatnya berada di timur aloon-aloon blitar, persis bersebelahan dengan 'rumah teralis besi'. Bila sampeyan bermasa muda tahun 70-80-90an mestinya punya kenangan indah dengan gedung tersebut.
Dengan andalan produknya STUDENT SHOW dan MIDNIGHT gedung Dipajana begitu nama gedung itu, menjadi tempat hiburan terkini kala itu. Saingan terberatnya adalah Gedung IRAMA di jl. Mastrip dan Gedung CEPAKA di jl. Cepaka Blitar dan satu lagi yakni Gedung MISBAR dan Layar Tancap. MISBAR singkatan dari 'geriMIS buBAR' artinya pemutaran film digedung tersebut yang pada umumnya berada dilapangan atau lahan kosong yang cukup luas yang kemudian diberi pagar memutar. Tentu saja tanpa selembar atap pun sehingga ketika pemutaran film berlangsung tiba-tiba hujan turun, tak ayal lagi para penonton jadi bubar mencari tempat perlindungan masing-masing. MISBAR ini tidak permanen, tergantung lama kontrak atau sewa tempat usaha tersebut. Umumnya berada di wilayah kabupaten. Bila Layar Tancap lebih karena bentuk promosi produk tertentu dari suatu perusahaan yang di gelar di lapangan. Pada perkembangan terakhirnya kala itu, layar tancap dijadikan sebagai acara hiburan sebagian warga Blitar yang mempunyai hajat besar, mantu, sunatan serta syukuran yang diikuti dengan Orkes Melayu yang penuh tawuran.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Blitarian
|
|
Saturday, 22 March 2008 |
|
Survei membuktikan bahwa Es Pleret masih banyak peminatnya. Meski hanya berdasar polling kemarin melalui website ini, Es Pleret mampu mengungguli pilihan lainnya seperti Petjel Poenten, Sego Petjel, serta Wajik Klethik, dan Es pleret menempati urutan teratas.
Bila di lihat kenyataannya, Es Pleret merupakan minuman khas Blitar yang sangat terbatas area penjualannya. Area tersebut hanya seputar aloon-aloon Blitar. Sangat sulit menemukan minuman itu di wilayah-wilayah pelosok desa, meskipun Es Pleret asli produk Blitar. Demikian pula dengan teman karib si Pleret, yakni Es Legen (nira), mulai menurun kuantitas produknya. Dan yang masih mampu bertahan adalah Es Degan. Es Pleret dengan bentuknya yang uniq seperti pentol bakso tapi dalamnya diisi pemanis, begitu masuk dimulut dan kena gigi langsung 'mak tok' pecah jadi nyess deh rasanya. Tapi entah bila anda sudah tak bergigi hehehehehe... Biasanya sih disajikan dalam mangkuk, kalau yang enggak biasa ya di ember atau timba (xixixixi). Untuk harga semangkok sekarang seribu perak (entah kalau besok naik harganya). Dan kondisi sekarang mulai tergusur oleh produk 'aneh' masyarakat sekarang, misalnya saja Es Mega Mendung, Es Teler, dan sebangsanya. Mungkin sebentar lagi Es Pleret tinggal kenangan. Foto by Mada
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
cahblitar.net + blitar.org = blitarian.com |
|
|
|
|
Ditulis oleh Blitarian
|
|
Thursday, 20 March 2008 |
|
Kolaborasi cahblitar dot net dengan komunitas IT yang tergabung dalam Blitar dot ORG melahirkan BLITARIAN DOT COM yang saat ini sampeyan nikmati. Bila sampeyan-sampeyan mengikuti dari awal, website cahblitar dot net (saat ini sedang dalam perbaikan) cenderung mengangkat isu-isu perkembangan situasi dan kondisi masyarakat Blitar saat ini, sementara Blitar dot ORG lebih fokus pada isu-isu perkembangan dunia IT.
Karena sama-sama bertujuan memajukan Blitar khususnya dibidang Information Technology and Comunication, maka kami mencoba menyatukan diri saling bahu membahu alias gotong royong. Tidak ada tendensi apapun selain berusaha memberikan apa yang kami mampu (meski masih terbatas) untuk kemajuan dan kejayaan Blitar. Blitarian dot com akan terus berusaha menghadirkan informasi-informasi tentang berbagai hal menyangkut potensi masyarakat Blitar, dengan harapan semoga dengan informasi yang kami suguhkan dapat tercipta peluang-peluang yang mengarah ke perbaikan yang pada akhirnya mencapai berbagai kemajuan bersama.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 21 22 23 24 25 26 27 Selanjutnya > Akhir >>
|
| Results 176 - 182 of 189 |