SOEGENG RAWOEH WONTEN ING BLITAR KUTHO TJILIK KANG KAWENTAR

Properti Blitarian

Barang dan Jasa
no-ide.jpg

Tamune

Ada 29 tamu online

Anggotane

Belum ada yang Online

Total


Syndicate

Depan
Gong Boedaya Kebangsaan 2009 PDF Print E-mail
Ditulis oleh Blitarian   
Thursday, 13 August 2009

gong budaya

Menjawab fenomena jaman khususnya dibidang seni dan budaya, beberapa anak muda yang tergabung dalam Pijar Bening, berkolaborasi dengan berbagai elemen pemerhati dan pelestari kebudayaan tradisional menggelar event bertajuk GONG BOEDAYA KEBANGSAAN '09. Kondisi Blitar dengan segala kekurangan dan kelebihannya ternyata menarik seluruh dunia sebagai kota tempat menaruh simbol perdamaian dunia berupa Gong Raksasa. Maka event yang diusung anak-anak muda Pijar Bening sangatlah tepat dalam upaya menjawab keresahan terhadap nilai-nilai kebudayaan negeri ini yang mulai tergerus oleh kejamnya jaman.

 

Selengkapnya...
 
Balap Kelereng Agustusan PDF Print E-mail
Ditulis oleh Blitarian   
Thursday, 13 August 2009

balap kelereng 

Apasih yang paling diingat setiap bulan agustus bagi anak-anak? Tentu saja lomba-lomba segala permainan anak diperbagai pelosok desa. Jenis permainan yang dilombakan bervariatif. Bahkan banyak yang diinovasi sedemikian rupa agar tidak jenuh saking seringnya dilakukan di setiap bulan agustus.

 

Selengkapnya...
 
Apakabar Mbah PETA Blitar ? IV PDF Print E-mail
Ditulis oleh Blitarian   
Thursday, 13 August 2009

Slamet DjamoesSlamet Djamoes, lahir di Blitar tahun 1926. Kemudian masuk tentara PETA pada tahun 1943, berarti menjadi tentara pada usia 17 tahun. Sebagai pasukan PETA Blitar, beliau dibawah komando Sodancho Suhud, dan selama latihan sebagai tentara, beliau berpindah-pindah sesuai instruksi dari Jepang. 4 bulan di Kesamben, 4 bulan di pantai Jolosutro, kemudian 4 bulan di Semen Krisik. Selama latihan, pasukan PETA diperintah sekaligus mengawasi para romusha yang tidak lain adalah rakyat Indonesia. Mbah Djamoes melihat dengan mata kepala sendiri betapa beratnya menjadi seorang romusha, selain kelaparan dan mendapat siksa dari tentara Jepang, penyakit malaria juga menyerang para romusha. Banyak mayat bergelimpangan di area kerja paksa membuat parit-parit pertahanan Jepang tersebut.

 

Selengkapnya...
 
<< Awal < Sebelumnya 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Selanjutnya > Akhir >>

Results 92 - 98 of 212

Login

Polling

Apa yang paling anda inginkan ?
 

Pesan Singkat

Latest Message: 3 weeks ago
  • ronggohandoko : adus adus
  • ronggohandoko : ayo rek tangi tangi
  • NurmanGie : Siang semua
  • hendi_love3 : selamat siang semuany?
  • cah blitar : hallow konco2 kabeh
  • gehram_ajah : Halo Mblitar...aku kangen banget karo sliramu...
  • admine : harga kaos 50-55 ribu, silahkan klik DETAILnya, anda akan berhubungan langsung dg pembuatnya.
  • pendik : mau dunik..kaosnya blitarrian..berapa harganya
  • Danoe : mas...mbak...harga kaos blitarian berapa??
  • Danoe : haraga kaos blitarian berapa??
Please Login to shout..
© 2008 blitarian