Setelah beberapa kali mencoba mendesain mesin sebagai pengolah sepet (kulit) kelapa agar apabila kulit kelapa di masukkan langsung ke mesin itu nantinya keluar berupa sabut akhirnya bapak warga kecamatan Nglegok itu berhasil menciptakan alat sederhana yang mampu memproduksi sabut kelapa dengan 3 kualitas.
Sabut Jenis A, mampu diproduksi sekitar 2 kwintal perhari. Pada jenis A ini nantinya sebagai bahan baku produksi sapu dan keset serta barang-barang lain sejenisnya.
Sabut Jenis B, mampu diproduksi 1 kwintal perhari, sabutnya lebih lembut, umumnya orang membeli sabut dengan kualitas B untuk bahan isi jok mobil atau kursi rumah tangga. Karena sabutnya lembut, sering mereka menyebutnya sabut kapuk, artinya sabut kelapa yang halus seperti kapuk.
Sabut Jenis C,mampu diproduksi 3 kwintal perhari. Kualitas ketiga ini sering disebut cocopit, gunanya untuk tempat menyemai bunga anggrek dan sejenisnya.

Dari ketiga jenis diatas, baru jenis A yang banyak permintaan. Sementara itu, sampai saat ini si pengelola memanfaatkan tenaga kerja sebanyak 9 orang. Dari mulai pengumpulan bahan sabut yaitu kulit kelapa yang didatang dari berbagai wilayah perkebunan kelapa di Blitar, sampai proses pembuatan sabut dengan mesin yang sangat sederhana, cukup dilakukan 9 orang tadi. Boleh jadi apabila permintaan makin tinggi akan mampu menyerap tenaga yang lebih banyak lagi, untuk itu kami mencoba membantu publikasi, adapun bagi yang berminat silahkan kontak kami yang nantinya akan kami hubungkan langsung dengan pihak produsen.