|
Melanjutkan serangkaian acara peringatan hari lahirnya Pancasila yang lebih terkenal dengan sebutan Grebeg Pancasila, hari ini Senin 1 Juni 2009 upacara adat yang diselenggarakan pemerintah kota Blitar bersama warga itu telah sukses digelar. Diakhir acara, pada tahun-tahun yang lalu puncaknya adalah pemotongan tumpeng oleh Wali Kota Blitar. Tahun ini memang ada sedikit tambahan agenda namun itu justru menambah Blitar makin menakjubkan dengan harapan yang tidak main-main. Apa sih?
Setelah semalam mengadakan kirab dari Istana Gebang menuju Kantor Wali Kota yang kemudian dilanjutkan dengan acara tirakatan atau renungan sehubungan dengan malam lahirnya Pancasila, pada pagi harinya yakni tanggal 1 juni sekitar pukul 08.00 WIB upacara Grebeg Pancasila segera digelar. Peserta upacara terdiri dari wakil-wakil kelurahan se-Kota Blitar ditambah beberapa siswa-siswi selaku pasukan pembawa bendera merah putih berikut panji-panji serta sekelompok anak drumband. Lain dari pada itu, wakil-wakil atau duta-duta dari masing-masing kelurahan diwajibkan membawa tumpeng, tapi bukan tumpeng betulan namun tumpeng hiasan dengan skala raksasa. Seusai ceremonial di alon-alon, peserta upacara Grebek Pancasila diarak menuju ke halaman Makam Bung Karno. Disepanjang jalan yang dilalui arak-arakan tersebut siswa-siswi mulai dari SD sampai SMA diintruksikan untuk menonton guna menyemarakkan acara tersebut, belum lagi warga Kota yang tanpa perintah tentu saja ikut berdesakan guna menyaksikan arak-arakan berpuluh-puluh tumpeng serta berbagai atraksi seni disepanjang perjalanan dari depan Kantor Wali Kota ke Halaman Makam Bung Karno.
Ada yang menarik diakhir barisan atau arak-arakan tumpeng, ada semacam gerobak yang mengangkut Gong sangat besar dan didorong beberapa orang serta dikawal pasukan berseragam prajurit kerajaan jawa. Tidak biasanya hal itu dilakukan pada grebeg pancasila terdahulu.
 Sesampainya di halaman Makam Bung Karno, yang berarti acara kirab usai, Wali Kota dan Bupati Blitar serta beberapa tamu undangan menuju ke halaman baru tepatnya di tengah-tengah antara Makam Bung Karno dengan Perpustakaan agak kebarat atau lebih tepatnya berada diutara Gedung terbuka AMPHITHEATER yang baru saja diresmikan oleh Bapak Wali Kota Blitar.
Dan ternyata Gong raksasa tadi digantung pada tempat yang telah disediakan dihalaman itu, sebagai simbol perdamaian dunia yang akan diresmikan saat itu juga. Setelah melalui ceremonial sebagaimana yang telah direncanakan, kemudian Pak Djarot Wali Kota Blitar menabuh gong sebagai tanda diresmikannya Gong itu sebagai simbol Perdamaian Dunia, disusul Bupati Blitar Bapak Herry Nugroho dilanjutkan beberapa undangan lainnya. Seluruh rangkaian acara grebeg pancasila diakhiri dengan pemotongan tumpeng (beneran) oleh Pak Djarot beserta seluruh undangan di pelataran Perpus bagian dalam.
|