SOEGENG RAWOEH WONTEN ING BLITAR KUTHO TJILIK KANG KAWENTAR

Properti Blitarian

Barang dan Jasa
danez.jpg

Tamune

Ada 44 tamu online

Anggotane

Belum ada yang Online

Total


Syndicate

Depan
Gong Boedaya Kebangsaan 2009 PDF Print E-mail
Ditulis oleh Blitarian   
Thursday, 13 August 2009

gong budaya

Menjawab fenomena jaman khususnya dibidang seni dan budaya, beberapa anak muda yang tergabung dalam Pijar Bening, berkolaborasi dengan berbagai elemen pemerhati dan pelestari kebudayaan tradisional menggelar event bertajuk GONG BOEDAYA KEBANGSAAN '09. Kondisi Blitar dengan segala kekurangan dan kelebihannya ternyata menarik seluruh dunia sebagai kota tempat menaruh simbol perdamaian dunia berupa Gong Raksasa. Maka event yang diusung anak-anak muda Pijar Bening sangatlah tepat dalam upaya menjawab keresahan terhadap nilai-nilai kebudayaan negeri ini yang mulai tergerus oleh kejamnya jaman.

 

Gong Boedaya Kebangsaan, digelar mulai tanggal 13-15 Agustus 2009. Dan telah dibuka oleh Walikota Blitar, Kang Djarot Saiful Hidayat sekitar pukul 20.00 WIB, di halaman parkir Makam Bung Karno atau lingkungan Pusat Informasi dan Perdagangan [PIPP] Kota Blitar. Selain terdapat sebuah panggung guna menampilkan berbagai pertunjukan seni tradisional, juga dibuat stand-stand untuk menggelar pasar tradisional. Bagi yang rindu akan jajan atau makanan tradisional mulai dari Tiwul, Gatot, Cenil, Pecel punten sampai minuman dawet tinggal memesan di stand-stand tersebut.

Belum lagi, hampir seluruh pramusaji memakai pakaian tradisional, yang laki-laki memakai blangkon plus baju loreknya, yang perempuan memakai kebaya, lalu diringi alunan musik gamelan, sekilas nampak bagai jaman Majapahit. Apalagi di beberapa stand terdapat barang-barang kuno yang dipamerkan, lengkap sudah, malam itu benar-benar seperti Blitar Tempo Doeloe.

Mas Philipus sebagai wakil Pijar bening menuturkan, bahwa apa yang dia lakukan dan teman-teman Pijar Bening masih jauh dari sempurna, untuk itu perlu adanya dukungan semua pihak. Ada pun isi pertunjukkan pada event Gong Boedaya Kebangsaan kali pertama ini diantaranya adalah :
1. Jaranan
2. Tari-tarian
3. Tembang Macapat
4. Tembang Dolanan
5. Musik tradisional
6. Teather Parodi
7. Wayang Orang Remaja
8. Pertunjukan Nini Diwut

Nini Diwut, merupakan ritual adat dari masyarakat Blitar jaman dahulu, namun sudah sangat lama tidak pernah di'tanggap'. Karena memang memerlukan ritual khusus dimana ada nenek-nenek dan beberapa gadis yang masih perawan. Ketika acara pertunjukkan Nini Diwut terdapat pada susunan acara Gong Boedaya Kebangsaan itu, banyak yang bertanya-tanya apa dan bagimana Nini Diwut itu. Semua menjadi penasaran!

Gong Boedaya Kebangsaan yang mengangkat budaya tradisional masyarakat Blitar, merupakan upaya untuk meletakkan batu pertama terhadap pagelaran-pagelaran serupa di tahun-tahun mendatang, itulah harapan pemrakarsa serta seluruh partisipan di acara tersebut.

Sukses untuk teman-teman Pijar Bening!
 
Komentar
Tambah komentar baru
Beri Komentar
Nama:
Email:
 
Judul:
 
Mohon untuk memasukkan kode diatas pada kotak yang telah tersedia sebelum anda kirim.

3.20 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >

Login

Polling

Apa yang paling anda inginkan ?
 

Pesan Singkat

Latest Message: 3 weeks ago
  • ronggohandoko : adus adus
  • ronggohandoko : ayo rek tangi tangi
  • NurmanGie : Siang semua
  • hendi_love3 : selamat siang semuany?
  • cah blitar : hallow konco2 kabeh
  • gehram_ajah : Halo Mblitar...aku kangen banget karo sliramu...
  • admine : harga kaos 50-55 ribu, silahkan klik DETAILnya, anda akan berhubungan langsung dg pembuatnya.
  • pendik : mau dunik..kaosnya blitarrian..berapa harganya
  • Danoe : mas...mbak...harga kaos blitarian berapa??
  • Danoe : haraga kaos blitarian berapa??
Please Login to shout..
© 2008 blitarian