|
Seni Instalasi yang diusung oleh seniman Jepang, Midori Hirota, mungkin belum begitu menarik minat masyarakat Blitar untuk melihatnya. Selain kurangnya informasi yang harus disebar luaskan ke orang-orang Blitar, bulan agustus merupakan bulan dimana banyak kegiatan agustusan baik orang-orang pemeritahan maupun masyarakat Blitar itu sendiri. Sementara untuk sekedar menikmati seni instalasi yang dibawa Midori, memerlukan pemahaman yang cukup serius bagi yang melihatnya.
Awalnya, Mas Wawan salah satu fotographer Blitar, berniat mengadakan pameran foto dengan tema Merah Putih, sebagai wujud partisipasi memeriahkan hari ulang tahun kemerdekaan RI yang ke 64. Kemudian setelah melalui pembicaraan dengan Midori, dimana pada tahun 2007 mereka pernah bertemu dan saling bantu dalam bidang seni masing-masing, akhirnya sepakat menggelar pameran bersamaan. Mulanya akan dselenggarakan di Gedung Kesenian Istana Gebang tempat Bung Karno semasa kecil di Blitar.
Karena satu dan lain hal, lokasi pameran dipindah ke salah satu gedung Anjungan Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan di Kota Blitar. Singkatnya waktu yang dimiliki oleh Midori, karena bulan depan yakni september 2009 harus pameran di Bali, maka pameran di Blitar hanya 2 hari, tepatnya 1 hari untuk peng-instalan, 1 hari beriukutnya untuk pameran. Belum lagi kondisi gedung yang memerlukan banyak perhatian guna instalasi pameran, sehingga tidak sedikit item-item yang harus diselesaikan oleh crew pameran.
Terlepas dari itu semua, pameran foto Merah Putih kolaborasi dengan seni instalasi "Memory of Asia - Blitar 2007" dari Midori, meski waktunya begitu singkat, ada beberapa hal yang mungkin bisa kami uraikan disini, diantaranya adalah, pada tahun 2007, Mas Wawan dan teman-temannya mengantar Midori ke rumah Mbah-mbah PETA Blitar. Tujuannya adalah Midori ingin menukarkan hasil karyanya berupa patung kecil menyerupai manusia dengan barang apapun milik Mbah-mbah PETA. Selanjutnya, barang-barang hasil penukaran itu dipamerkan dengan seni instalasi di berbagai kota di Indonesia bahkan rencananya mau dipamerkan di Jepang.
Dari sisi lainnya, Midori yang notabene orang Jepang justru lebih perhatian terhadap pelaku-pelaku sejarah di blitar, meski dalam hal ini dia melakukannya dalam koridor bidang seni. Namun ada misi yang lebih kental didalamnya yakni misi perdamian antara Jepang dan Indonesia, bahkan perdamaian dunia.
Pada tanggal 16 agustus 2009, sekitar pukul 20.00 WIB, dengan acara yang sederhana, mereka mengundang beberapa pelaku sejarah PETA Blitar. Kemudian ngobrol dengan mbah-mbah PETA itu, sekedar beramah tamah terhadap orang-orang yang begitu berjasa pada Blitar bahkan Indonesia. Sayangnya tidak ada satu pun undangan dari pihak pemerintah yang berkenan hadir, maklum lah pada malam itu beliau-beliau banyak acara formal kepemerintahan.
Terimakasih Midori, anda telah begitu perhatian terhadap mbah-mbah kami, dan maaf bila masyarakat Blitar dan khususnya penyelenggara pameran banyak kekurangan dalam menghargai karya anda. Good Luck !
|