SOEGENG RAWOEH WONTEN ING BLITAR KUTHO TJILIK KANG KAWENTAR

Properti Blitarian

Barang dan Jasa
blitar.org.jpg

Tamune

Ada 118 tamu online

Anggotane

Belum ada yang Online

Total


Syndicate

Depan
Nasib Kuda Lumping Blitar PDF Print E-mail
Ditulis oleh Blitarian   
Friday, 04 September 2009
kuda lumpingGonjang-ganjing hak paten atas beberapa item kesenian Indonesia yang diakui negara tetangga yakni Malaysia, membuat marah bangsa Indonesia. Caci maki serta tudingan maling terus dilontarkan sebagian warga negara Indonesia di berbagai media massa. Isue tentang hak paten tari pendet yang selama ini menurut bangsa Indonesia merupakan tarian khas dari Bali membuat orang Indonesia kebakaran jenggot, karena hal itu sudah kesekian kalinya Malaysia secara hukum khususnya tentang hak paten  akan seni dan budaya terbukti selangkah lebih maju. Namun tentu saja bagi bangsa Indonesia, Malaysia dinilai telah ngawur. Kesenian atau budaya apa lagi yang akan dipatenkan oleh Malaysia? Dan apa yang bisa diperbuat Bangsa Indonesia?
 
 
Menengok pelaku seni, khususnya seni Kuda Lumping, atau Jaran Kepang dan orang Blitar sering menyebutnya Jaranan, kemarin kami berkunjung ke Kelurahan Blitar yang mana di kelurahan tersebut terdapat pengrajin sekaligus pelaku seni Jaranan.

Secara umum, di Blitar banyak terdapat paguyuban-paguyuban kesenian Jaranan. Termasuk di kelurahan Blitar yang kami kunjungi bernama "GUYUBING BUDOYO" yang di koordinir oleh Pak Nur Ali.

baronganMenurut Pak Nur Ali, saat ini memang peminat atau pencinta seni jaranan turun drastis. Seiring banyaknya budaya asing yang telah berkembang subur di Blitar, paguyuban yang dia koordinir semakin sepi peminatnya. Belum lagi masalah ekonomi yang mau tidak mau banyak anggota paguyubannya memilih untuk fokus pada ekonomi masing-masing, karena bila hanya bertumpu pada pagelaran seni Jaranan, tidak akan mampu membiayai kebutuhan hidup. Klop sudah, pelaku seni dan peminat seni jaranan benar-benar mulai berkurang.

"Sebenarnya kami bukan pelestari seni Jaranan, namun hanya sebagai pelaku seni. Yang melestarikan seni Jaranan ya para penanggap Jaranan", kata Pak Nur Ali. Sehingga semakin surut warga Blitar yang menanggap Jaranan, maka paguyuban seni Jaranan seperti yang dikoordinir Pak Nur Ali tersebut akan bubar dengan sendirinya.

Pak Nur Ali juga menyayangkan soal hak paten beberapa kesenian Indonesia yang diklaim Malaysia, tapi kenyataannya memang orang Indonesia sudah tidak begitu peduli dalam melestarikannya. Khususnya seni yang seperti dia kelola, sekarang benar-benar terhimpit oleh budaya asing, dan semakin ditinggalkan.

Pak Nur Ali, sejak tahun 1975 sudah berkecimpung dan terjun langsung sebagai pelaku seni Jaranan. Tahun 1986, dia dipercaya sebagai salah satu pengurus paguyuban seni "Guyubing Budoyo" Kelurahan Blitar. Dulunya Pak Nur Ali juga sering sebagai tukang Barong, dan saat ini beliau sebagai pemukul alat musik Jaranan. Bahkan Pak Nur Ali mampu membuat Barongan sendiri dari kayu Cangkring. Kadang ada orang yang pesan barongan padanya, harga barongan saat ini sekitar RP. 650.000,-

Demikian juga Pak Lamidi, tetangga Pak Nur Ali, selain sebagai pelaku seni jaranan, beliau merupakan pengrajin Jaran Kepang atau Kuda Lumping. Jaran artinya kuda, kepang adalah anyaman bambu. Harga  Jaran Kepang bikinan Pak Lamidi sekitar Rp. 250.000,-.

Untuk sebuah pagelaran jaranan, kata Pak Nur Ali, paguyubannya menarik biaya Rp. 1.500.000,- uang tersebut untuk seluruh keluarga paguyuban yang anggotanya sekitar 100 orang. Pada prinsipnya, menurut Pak Nur Ali, ada orang yang mau menanggap seni jaranan saja beliau dan teman-teman pelaku seni jaranan sudah cukup senang.
 
 
Komentar
Tambah komentar baru
Beri Komentar
Nama:
Email:
 
Judul:
 
Mohon untuk memasukkan kode diatas pada kotak yang telah tersedia sebelum anda kirim.

3.20 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >

Login

Polling

Apa yang paling anda inginkan ?
 

Pesan Singkat

Latest Message: 3 weeks ago
  • ronggohandoko : adus adus
  • ronggohandoko : ayo rek tangi tangi
  • NurmanGie : Siang semua
  • hendi_love3 : selamat siang semuany?
  • cah blitar : hallow konco2 kabeh
  • gehram_ajah : Halo Mblitar...aku kangen banget karo sliramu...
  • admine : harga kaos 50-55 ribu, silahkan klik DETAILnya, anda akan berhubungan langsung dg pembuatnya.
  • pendik : mau dunik..kaosnya blitarrian..berapa harganya
  • Danoe : mas...mbak...harga kaos blitarian berapa??
  • Danoe : haraga kaos blitarian berapa??
Please Login to shout..
© 2008 blitarian