Ada haru menyertai acara kunjungan Blitarian ke tempat dulur-dulur kita di Banyu Urip - Ngadipuro - Blitar Selatan. Acara yang dikemas dalam "Berbagi Tawa Ceria" disana boleh dibilang cukup menyesakkan dada, mengapa hal yang demikian itu tidak kami lakukan sejak dulu dan berulang-ulang, sehingga tawa bisa terus menggema ditanah kering bebatuan Banyu Urip Blitar Selatan.
Berawal dari niat untuk sekedar silaturahmi dengan saudara-saudara kita di pelosok Bumi Bung Karno yakni di wilayah Blitar Selatan. Akhirnya keputusan untuk mendatangi warga Dusun Banyu Urip kami jatuhkan, mengingat daerah itu merupakan daerah yang cukup kering dan terisolasi karena sulitnya transportasi.
Begitu rencana "Berbagi Tawa Ceria" mulai kami susun, banyak blitarian lainnya antusias dan bergabung untuk secara aktif meyempurkan acara yang boleh dibilang sangat sederhana. Susunan acara yang semula hanya pemutaran film layar tancap, berkembang menjadi bagi-bagi alat tulis menulis untuk siswa-siswi SD Banyu Urip serta bagi-bagi tajilan atau snack sebelum pemutaran film digelar.
Turut serta dalam acara itu diantaranya adalah, konco-konco
Kedaidigital Blitar yang memfasilitasi segala kebutuhan penyelenggaraan layar tancap, kemudian konco-konco dari
USHUK angkringan kopi, yang merupakan perwakilan dari PVAN [Perhimpunan Visi Anak Negeri] Blitar, dan owner
BlitarSehat dot com , yang menyediakan alat-alat tulis untuk dibagikan siswa-siswi SD Banyu Urip. Lalu ada konco-konco dari
D@NEZnet internet cafe Jl. Tanjung Blitar, yang menyediakan seabrek minuman untuk warga Banyu Urip. Serta temen-temen
SPC [ Sampoerna Photographi Club ] yang berdomisili di luar Blitar, dan tentu saja beranggotakan photographer-photographer luar daerah berkenan nimbrung selain menyediakan alat-alat tulis serta berbagai snack untuk warga Banyu Urip juga sarana transportasi sehingga acara tersebut menjadi lebih komplit. Apa lagi bantuan dari temen-temen
SITAS DESA mempermudah penyelenggaraan acara dengan menjembatani hubungan komunikasi kami dengan warga setempat, perlu diketahui SITAS DESA merupakan LSM yang sudah sejak dulu menerapkan visi dan misinya di daerah Banyu Urip dan sekitarnya. Sehingga hampir tiada halangan satu pun atas pelaksanaan "Berbagi Tawa Ceria" tersebut.

Pemutaran film dilakukan setelah warga Banyu Urip selesai melaksanakan sholat tarawih, diawali dengan pembukaan sederhana yang mana secara simbolis dilakukan serah terima bantuan berupa alat-alat tulis menulis tadi kepada perwakilan warga Banyu Urip. Kemudian disusul pembagian snack serta es buah ke seluruh hadirin. Kurang lebih datang ke tempat pemutaran film tersebut yakni di halaman SD Banyu Urip sebanyak 350 warga baik anak-anak maupun orang dewasa.
Begitu terasa mendalam keramahan yang kami rasakan dari sambutan warga Banyu Urip, dari persiapan acara sampai akhir pelaksanaan acara. Kesederhanaan warga setempat menambah takjub kami dan seluruh rombongan akan makna hidup dibawah keterbatasan fasilitas transportasi dan informasi serta ekonomi. Ada sinar "Trimo Ing Pandum" di tiap wajah-wajah ramah mereka. Semoga kami diberi kesempatan lagi untuk melakukan hal serupa kelak.