|
Melanjutkan agenda realisasi KAMBILISASI di pantai Blitar selatan, blitarian team berangkat ke Pantai Serit Desa Ngadipuro yang merupakan salah satu target kambilisasi dari beberapa pantai yang ada di Blitar selatan. Tujuan team kesana selain memastikan area yang mungkin dapat ditanamai pohon kelapa disekitar pantai SERIT sekaligus pemberitahuan dan minta ijin kepada pemerintah desa Ngadipuro dan juga tokoh-tokoh masyarakat disana.
Sebagian warga banyuurip sudah mengenal kami karena beberapa bulan yang lalu kami juga pernah mengadakan kegiatan disana . Begitu maksud dan tujuan kami datang kembali kesana kami paparkan, mereka sangat mendukung, terlebih Pak Kartono selaku Kepala dusun Banyuurip, mengharap agenda kambilisasi ini dapat segera dilaksanakan dan beliau akan mengupayakan warganya untuk membantu segala persiapan agenda Kambilisasi. Hari berikutnya blitarian team dipandu Pak Waridi salah satu tokoh masyarakat berangkat menyusuri perbukitan yang gundul menuju pantai SERIT. Lokasi pantai berjarak 4-5 Km dari dusun Banyu Urip, sepeda motor dan mobil hanya bisa sampai dekat pantai kurang lebih berjarak 1 Km. Disamping pantai ada semacam danau air payau yang cukup lebar dan panjang danau diperkirakan 1 Km. Sekeliling danau kemungkinan besar dapat ditanami pohon kelapa juga.  Setelah diperkirakan cukup acara pemotretan lokasi pantai serta tempat-tempat atau target kambilisasi, Pak Waridi mengajak Blitarian team menuju ke suatu tempat. Tempat tersebut berada di atas danau atau utara pantai Serit. Yah.. ternyata ada Goa, menurut Pak Waridi namanya Goa ENGKEK. Begitu kami sampai goa, meskipun lahan disekitarnya nampak gundul tanpa pepohonan, kami masih sempat melihat beberapa kera hutan berlarian disemak-semak sekitar goa. Akhirnya kami masuk Goa dan hanya bisa berdecak kagum melihat stalagtit dan stalagmit yang sesekali meneteskan air meskipun sangat sedikit. Dulu ketika masih banyak pohon tetesan-tetesan air dari stalakmit itu cukup deras, jelas Pak Waridi. Dalam goa ada 2 lorong lagi yang bila terus ditelusuri akan tembus ke bukit diatasnya kata Pak Waridi. Sudah puas mengupas 'keangkeran' goa Engkek, Pak Waridi mengajak kami mandi di sungai. Air sungai berasal dari danau payau pantai serit tadi. Cukup segar kami rasakan air sungai itu setelah sekian lama kami harus berpanas-panas ria menyusuri pantai Serit, maklum hampir tiada lagi pohon yang rindang untuk sekedar berteduh.
Maturnuwun dumateng: Pak Kartono (Kasun Banyu urip) Pak Waridi (Tokoh Masyarakat) Bu Waridi (Sumpah...Sego tiwule eco Bu)
|