|
PSBI butuh dukunganmu kawan! |
|
|
|
|
Ditulis oleh Blitarian
|
|
Thursday, 14 January 2010 |
 Perkembangan ke arah positif atas PSBI dalam kiprahnya di Liga Indonesia Divisi Utama 2009-2010 ini makin menarik hati warga Blitar. Mungkin semua sudah tak kuasa menahan rindu masa-masa kejayaan PSBI tatkala tahun 70an yang mampu mengorbitkan nama Blitar Putra dikancah Nasional. Perlahan PSBI yang sekarang berjuluk Laskar SINGOLODRO bangkit sebagai kesebelasan pendatang baru di ranah Devisi Utama.
Setelah kemarin berhasil menahan imbang tanpa gol PSIR Rembang, maka PSBI saat ini mampu bertahan dipapan tengah klasemen. Bila tidak hati-hati yang artinya terus berupaya meningkatkan kualitas permainan, bisa jadi pada putaran kali ini PSBI hanya numpang lewat. Tentu itulah yang akan dihindari oleh siapapun yang terlibat dalam kepengurusan PSBI termasuk para supporter.
Tidak dipungkiri bahwa eksistensi sebuah kesebelasan juga dapat dijadikan pendongkrak nama besar sebuah kota dimana kesebelasan itu berada. Mengingat cabang olahraga yang satu ini digemari hampir seluruh penduduk Indonesia bahkan dunia. Namun pada kenyataannya persepakbolaan di Blitar khususnya dan Indonesia pada umumnya masih kalah jauh dibanding persepakbolaan level asia apalagi pada kelas dunia. Banyak yang bilang itu hanya mimpi, mungkin saking apatisnya.
Oke, kembali soal PSBI, seiring masuknya PSBI ke Divisi Utama beberapa bulan yang lalu beberapa dedengkot supporter PSBI mendirikan Yayasan Supporter Blitar (YSB) berkedudukan di Nglegok dekat dengan markas besar pasukan PSBI. Namun yayasan ini belum mampu bicara banyak, masih harus bekerja keras menyatukan visi dan misi serta legalitas yayasan dimata hukum. Sementara laju PSBI semakin berat dan banyak tantangan untuk kedepannya, maka fungsi YSB haruslah segera dioptimalkan. Demikian juga jajaran menejer PSBI yang pada saat tulisan ini kami turunkan, PSBI tanpa pelatih karena satu dan lain hal. Lagi-lagi hal ini adalah bukti bahwa semua elemen pendukung PSBI masih harus banyak belajar, dan wajar bila trial and error disetiap kebijakan.
Khusus untuk para supporter PSBI yang selalu memenuhi tribun stadion guna mendukung perjuangan Laskar Singolodro, beberapa kali terakhir terlihat adanya dualisme kepemimpinan saat memberikan yel-yel dalam menyemangati PSBI. Nampak jelas ada dua kelompok dengan ciri khas masing-masing meskipun tujuannya sama yakni mendukung PSBI dilapangan. Kesan jor-joran malah membuat buruk nyanyian yang mereka perdengarkan, akibatnya jelas tidak enak ditelinga bagi para penonton di stadion. Kalau pun hal itu sudah tidak bisa disatukan lagi mungkin semua harus menerima kenyataan inilah cara supporter PSBI dalam mendukung team kebanggaannya.
Dilain sisi, dari sekian model yel-yel atau tetabuhan supporter yang ada di Indonesia hampir semua mirip. Sementara Blitar punya produk tetabuhan yang sangat berbeda dengan daerah lain bila memang mau melirik. Yakni Kendang Sentul. Kendang itu juga tidak kalah nyaring dengan drum yang selama dibawa supporter. Hanya saja ada sisi negatifnya, yaitu tatkala supporter tidak bisa menahan luapan emosi, bisa jadi kendang itu dijadikan bahan lempar-melempar ke tengah lapangan sebagaimana kenyataan beberapa pertandingan terdahulu para supporter masih doyan melempar botol-botol minuman saking emosinya.
Jangan sampai kita semua para pendukung PSBI terkuras energinya hanya karena persoalan-persoalan yang tidak ada hubungannya dengan prestasi PSBI. Dimulai dari diri kita masing-masing untuk melakukan hal positif dalam menyampaikan bentuk dukungan kepada Laskar Singolodro. Kalah atau menang semua harus sportif, baik para pemain PSBI maupun para pendukungnya yakni para supporter. Mari kita ciptakan supporter bercitra dan berkharisma tinggi di Bumi Bung Karno!
|