Tamune
Ada 99 tamu online
Anggotane
Belum ada yang Online
|
|
PSBI tundukkan PSIM Yogyakarta |
|
|
|
|
Ditulis oleh Blitarian
|
|
Monday, 01 March 2010 |
 PSBI Blitar telah melakoni pertandingan demi pertandingan baik away maupun home, khususnya untuk partai HOME saat ini PSBI memanfaatkan Stadion Soeprijadi Kota Blitar. Ukuran stadion yang masih tergolong kecil kian terasa sempit pada akhir-akhir perhelatan Liga Indonesia Divisi Utama dimana PSBI merupakan salah satu kesebelasan peserta Liga yang pada putaran kedua ini disebut Liga JOSS. Gaung PSBI telah merambah keseluruh pelosok Blitar. akibatnya tiap kali PSBI menjamu kesebelasan rivalnya, Stadion Soeprijadi kian padat oleh penonton. Seperti sore tadi saat PSBI menjamu PSIM Yogyakarta, Stadion penuh sesak, bahkan untuk sekedar duduk sungguh sangat sulit.
Pada babak pertama, PSBI langsung menggedor pertahanan PSIM begitu peluit berbunyi. Kurang lebih 1 menit kemudian jala di gawang PSIM bergetar. Gol pertama dilesakkan oleh Nanda salah seorang gelandang PSBI setelah pemain tengah lainnya melepaskan tembakan ke arah gawang PSIM, posisi Nanda yang berada didalam kotak penalti lawan berusaha membelokkan arah bola dengan sontekan kakinya sehingga keeper PSIM salah langkah dan bola tak mampu lagi dihadang.
Gol kedua PSBI tercipta karena kecerobohan pemain belakang PSIM yang melakukan handball didepan gawang dan wasit menunjuk titik putih tanda hukuman penalti diberlakukan. Lenglolo maju sebagai algojo dengan sukses. Sementara gol ketiga dipersembahkan Ranu yang selama ini dibangkucadangkan cukup lama oleh pelatih. Asist Nngue cukup besar pada gol ketiga tersebut. Fisik yang kuat serta skill yang cukup bagus dari legiun asing itu mampu mengecoh beberapa pemain belakang PSIM yang kemudian bola disodorkan ke arah Ranu. Ranu yang memang dalam posisi tepat didepan gawang langsung menyambut bola dari Nngue untuk kemudian dilesakkan sekuat tenaga ke gawang PSIM. Gemuruh penonton dalam stadion makin membahana.
Babak kedua PSBI tidak mengendorkan serangan, dan seringkali harus berjibaku menahan serangan balik PISM. Sampai beberapa menit kemudian pemain belakang PSBI terpaksa harus menjatuhkan penyerang PSIM dan harus menerima hukuman freekick. Dari luar kotak 16 bola meluncur melewati pagar betis PSBI dan terjadilah gol balasan pasukan brajamusti Yogyakarta. Pertandingan berakhir dengan skor 3:1 untuk kemenangan PSBI. Disisi lain, supporter Singolodro hari demi hari nampak bertambah kekompakannya. Kesadaran untuk tidak main lempar botol minuman ke tengah lapangan boleh dibilang sangat menggembirakan. Hanya saja yel-yel hujatan ke arah wasit masih terdengar keras, mungkin itu sudah menjadi biasa dan hanya untuk seru-seruan. Demikian juga pelatih baru PSBI masih banyak PR yang harus dikerjakan agar title PSBI sebagai jago kandang segera sirna. Tentu harus banyak dukungan dari semua elemen, baik dari pengurus, pemain itu sendiri bahkan supporternya. Bila semua berusaha menciptakan situasi yang kondusif tidak menutup kemungkinan Laskar Singolodro mampu mempersembahkan prestasi terbaiknya untuk Blitar tercinta! Bravo PSBI...
|
|
|
|