|
Ditulis oleh Blitarian
|
|
Saturday, 22 March 2008 |
|
Survei membuktikan bahwa Es Pleret masih banyak peminatnya. Meski hanya berdasar polling kemarin melalui website ini, Es Pleret mampu mengungguli pilihan lainnya seperti Petjel Poenten, Sego Petjel, serta Wajik Klethik, dan Es pleret menempati urutan teratas.
Bila di lihat kenyataannya, Es Pleret merupakan minuman khas Blitar yang sangat terbatas area penjualannya. Area tersebut hanya seputar aloon-aloon Blitar. Sangat sulit menemukan minuman itu di wilayah-wilayah pelosok desa, meskipun Es Pleret asli produk Blitar. Demikian pula dengan teman karib si Pleret, yakni Es Legen (nira), mulai menurun kuantitas produknya. Dan yang masih mampu bertahan adalah Es Degan. Es Pleret dengan bentuknya yang uniq seperti pentol bakso tapi dalamnya diisi pemanis, begitu masuk dimulut dan kena gigi langsung 'mak tok' pecah jadi nyess deh rasanya. Tapi entah bila anda sudah tak bergigi hehehehehe... Biasanya sih disajikan dalam mangkuk, kalau yang enggak biasa ya di ember atau timba (xixixixi). Untuk harga semangkok sekarang seribu perak (entah kalau besok naik harganya). Dan kondisi sekarang mulai tergusur oleh produk 'aneh' masyarakat sekarang, misalnya saja Es Mega Mendung, Es Teler, dan sebangsanya. Mungkin sebentar lagi Es Pleret tinggal kenangan. Foto by Mada
|