|
Sperti tahun-tahun sebelumnya, setiap tanggal 1 Juni di Blitar diadakan Grebeg Pancasila yang maksudnya untuk memperingati hari lahirnya PANCASILA. Acara ini mungkin belum me-nasional, padahal Pancasila adalah dasar negara kita Indonesia. Grebeg Pancasila yang susunan acaranya kurang lebih adalah, Upacara Adat, Kirap Gunung Limo, terakhir adalah Kenduri.
Hari ini hampir warga seluruh warga blitar tumplek blegh di aloon-aloon Blitar guna menyaksikan acara Grebeg Pancasila. Pemerintah mencoba melibatkan beberapa elemen masyarakat termasuk para pelajar di wilayah Blitar. Acara dilanjutkan dengan kirap menuju ke lokasi Makam Bung Karno atau Perpus Bung Karno.
Setelah acara ceremonial Grebeg Pancasila di lakukan, seperti biasanya, tumpeng raksasa sebagai simbol pelaksanaan acara tersebut di serbu oleh warga. Katanya untuk mendapatkan berkah, mungkin juga karena memang sedang lapar hehehhehe. Berikutnya, Bapak Djarot selaku walikota Blitar dan Bapak Herry Nugroho selaku Bupati Blitar, duduk bersama menyantap hidangan, tempatnya ada persis ditengah-tengah antara Makam Bung Karno dan Perpus Bung Karno. Sementara warga terus mengelilingi beliau-beliau yang telah menyantap hidangan atau prosesi kenduri kelanjutan dari pelaksanaan Grebeg Pancasila itu sendiri. Begitu acara makan-makan tersebut selesai, kembali warga menyerbu seluruh makanan yang tadi dihidangkan untuk Bapak Djarot dan Bapak Herry. Tak ayal lagi kerumunan warga mulai dari anak-anak sampai bapak-bapak bahkan ibu-ibu ikut nimbrung sekedar mengambil buah-buahan atau segenggam sambel goreng! Seluruh acara Grebeg Pancasila selesai dijalani, selanjutnya Bapak Djarot menyempatkan diri menjawab berbagai pertanyaan wartawan lokal seputar makna Grebeg Pancasila, sementara bapak Herry sudah bersiap-siap di barat gedung Perpus. Ada apa di barat gedung perpus?
Ternyata di barat gedung perpus telah disiapkan lagi upacara sederhana, yakni peletakan batu pertama Landasan Gong Perdamaian. Bagaimana wujud dan model bangunannya nanti mudah-mudah kami dapat menghadirkannya untuk blitarian tercinta.
|