|
Ditulis oleh Blitarian
|
|
Wednesday, 11 June 2008 |
|
Mungkin sudah banyak yang mendengar bahwasanya jalan aspal jalur Blitar-Tulungagung atau tepatnya jalan yang membatasi antara Desa Plososarang dan Desa Tuliskriyo di utara jembatan Kademangan, sering memakan korban jiwa ketika terjadi kecelakaan lalu lintas. Dilihat dari struktur jalan yang memang tergolong sempit, ditambah dengan adanya DAM yang cukup curam di sebelah timur jalan itu. Yang kemudian masih banyak rimbunan pohon bambu di sepanjang pinggir DAM itu, menambah keangkeran jalan tersebut.
Belum lagi sudah menjadi rahasia umum warga sekitar jalan tersebut, apabila akan terjadi kecelakaan di jalan itu, malam harinya ada sebagian warga yang mendengar suara bayi menangis. Bila bukan suara bayi, kadang warga melihat sebuah bus berhenti yang seakan-akan menurunkan penumpang. Namun setelah bus tersebut melanjutkan perjalanan, ternyata tidak ada seorang pun yang turun dari bus, padahal bus juga terlihat membuka pintunya tanda seseorang turun. Kini jalan itu dalam proses pelebaran oleh dinas terkait, di mulai dari gapura masuk ke Kota Blitar sampai tikungan selatan Kantor Desa Plososarang. Sehingga beberapa kios liar di sebelah barat bahu jalan itu tergusur habis, demi keaman pengguna jalan tersebut.
|